Keterkaitan

Keterkaitan merupakan elemen tambahan di mana salah satu di antara 16 subsektor tersebut bisa mengungkit atau diaplikasikan di sektor konvensional/ non ekonomi kreatif.

Merujuk kepada teori dan keberhasilan (best practice) ekonomi kreatif di dunia dan kenyataan bahwa lebih banyak jumlah kabupaten daripada kota yang berpeluang memiliki sumberdaya lebih untuk pengembangan subsektor konvensionalnya, maka sistem ini menetapkan elemen ke empat yaitu Keterkaitan.

Keterkaitan didefinisikan sebagai sebuah kekuatan yang menyebabkan kita bisa mendapatkan sesuatu dengan usaha sekecil mungkin atau usaha yang sama dengan hasil yang sebesar mungkin. Kapasitas Keterkaitan ke 16 subsektor terhadap subsektor ekonomi konvensional terdiri dari forward linkage dan backward linkage. Forward linkage adalah kegiatan dimana sektor unggulan tersebut mampu mendorong sektor lain supaya lebih berkembang. Sedangkan backward linkage adalah kegiatan sektor unggulan yang membutuhkan sektor lain untuk kelancaran kegiatannya.Dimensi Keterkaitan baik forward linkage dan backward linkage sama yaitu:

  1. Infrastruktur. Ketersediaan fasilitas yang mendukung pelaku-pelaku ekraf sarana prasarana: jalan, internet, market place, balai pelatihan.
  2. Aktivitas/program. Ketersediaan kegiatan/program yang mendukung pelaku ekraf. Ketersediaan pelatihan yang mendukung program ekraf
  3. Linkage system. Kegiatan ekonomi yang membutuhkan hasil produk dari subsektor ekonomi ekraf.
  4. Sistem distribusi. Ketersediaan jaringan untuk mendistribusikan.
  5. Replikasi dan duplikasi. Kemampuan penyebarluasan dan produksi ulang.
  6. Nilai ekonomi. Kemampuan untuk peninngkatan produktivitas dan laju ekonomi.
  7. Insentif (fasilitasi dan kemudahan berusaha). Dukungan dan fasilitasi yang disediakan untuk mengakselerasi pengembangan potensi ekraf yang ada.