Tahap1

TAHAP KREASI

Sebuah nomina (kata benda) dan merupakan sebuah sinonim untuk kata karya. Kata ini diambil dari bahasa Latin berdasarkan kata verba: create yang artinya menciptakan. Dimensi dari tahap kreasi ada tujuh yaitu:

  1. Sumber daya manusia (SDM). Ketersediaan SDM yang menciptakan/ berkreasi dibidang subsektor unggulan misalnya pengarang, koreografer, komposer, pematung, sutradara, animator, dll. Selain itu juga terdapat ketersediaan lembaga pendidikan yang mendorong penciptaan kreator handal di subsektor unggulan. Misalnya sekolah vokasi, sanggar, studio, dokumentasi dll.
  2. Pengetahuan. Ketersediaan literatur yang mendorong munculnya kreator di subsektor unggulan seperti buku, referensi, dokumen, kliping berita, film
  3. Inovasi. Kegiatan melakukan modifikasi, diversifikasi, inovasi.
  4. Teknologi. Ketersediaan teknologi khusus yang digunakan untuk tahap kreasi. Selain itu juga terdapat ketersediaan infrastruktur dalam mendukung tahap kreasi seperti jalan raya, jaringan listrik, internet, frekuensi radio/ televisi, jaringan telepon.
  5. Keterampilan. Ketersediaan ketrampilan khusus pada tahap kreasi misalnya ketrampilan berijazah/bersertifikat. Selain itu juga ada pelatihan, workshop, kursus, lembaga pendidikan formal/informal pada tahap kreasi.
  6. Pembiayaan. Ketersediaan lembaga keuangan yang mendukung tahap kreasi seperti perbankan, non perbankan.
  7. Jaringan (network). Ketersediaan jejaring untuk mendukung tahap kreasi di tingkat lokal, nasional, internasional
Tahap2

TAHAP PRODUKSI

SSuatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Dimensi dari tahap produksi adalah:

  1. Sumber daya manusia (SDM), meliputi ketersediaan SDM pada tahap produksi misalnya pekerja, pengawas, manajer (tenaga ahli/profesional).
  2. Bahan baku, meliputi ketersediaan bahan baku untuk tahap produksi yang berasal dari berbagai sumber. Sumber berdasarkan kualitas, kuantitas, dan harga; ketersediaan, pola pemanfaatan dan penyimpanan, akses pemenuhan kebutuhan.
  3. Standar dan sertifikasi serta pengendalian mutu, meliputi ketersediaan pengendalian mutu bahan baku, konten, kemasan pada tahap produksi.
  4. Infrastruktur. Meliputi ketersediaan sarana yang mendukung tahap produksi seperti alat transportasi, akses, internet, mesin, komputer. Ketersediaan prasarana yang mendukung tahap produksi seperti jalan raya, jaringan listrik, internet, frekuensi radio/televisi, jaringan telepon.
  5. Jejaring/Network. Ketersediaan jejaring untuk mendukung tahap produksi di tingkat lokal, nasional, internasional
  6. Pergudangan. Ketersediaan sarana untuk penyimpanan seperti gudang, storage, gedung, galery, museum
Tahap3

TAHAP DISTRIBUSI

Kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Dimensi dari tahap distribusi adalah:

  1. Sumber daya manusia (SDM). Ketersediaan sarana untuk penyimpanan seperti gudang, storage, gedung, galery, museum.
  2. Moda distribusi. Ketersediaan sarana dan prasarana distribusi misalnya angkutan darat, laut, udara.
  3. Distribusi produk. Ketersediaan sistem distribusi produk seperti kualitas produk terjaga, tepat waktu, minim penolakan.
  4. Teknologi Kemasan dan Labelling. Ketersediaan teknologi yang berguna untuk mengidentifikasi produk, keterangan isi/kandungan, berfungsi sebagai alat promosi, identifikasi produk, kualitas.
  5. Infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung tahap distribusi. Misalnya jalan raya, jembatan, listrik, jaringan telepon, jaringan internet.
  6. Pembiayaan. Ketersediaan lembaga keuangan yang mendukung tahap distribusi seperti perbankan, non perbankan.
  7. Jejaring/Network. Ketersediaan jejaring untuk mendukung tahap distribusi di tingkat lokal, nasional, internasional misalnya komunitas
  8. Pergudangan/Penyimpanan. Ketersediaan sarana untuk penyimpanan seperti gudang, manajemen gudang, server, biaya pergudangan dan keamanan.
Tahap4

TAHAP KONSUMSI

Suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Dimensi dari tahap konsumsi ada delapan yaitu:

  1. Konsumen. Ketersediaan pengetahuan tentang kebutuhan konsumen seperti evaluasi demand, perluasan demand, segmentasi konsumen, peningkatan selera konsumen.
  2. Pengetahuan. Ketersediaan sumber pengetahuan pada tahap konsumsi seperti buku, referensi, dokumen, kliping berita, film.
  3. Utilitas. Keperluan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekolah, tempat kerja.
  4. Teknologi. Ketersediaan teknologi untuk mempermudah tahap konsumsi.
  5. Infrastruktur dan sarana. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung tahap konsumsi misalnya jalan raya, jaringan listrik, internet, frekuensi radio/televisi, jaringan telepon. Ketersediaan sarana untuk mendukung tahap konsumsi seperti alat transportasi, aneka retail, bioskop, gedung pertunjukan, galery, studio, teater.
  6. Pembiayaan. Ketersediaan lembaga keuangan yang mendukung tahap konsumsi seperti perbankan, non perbankan.
  7. Network. Ketersediaan jejaring komunitas untuk mendukung tahap konsumsi di tingkat lokal, nasional, internasional.
  8. Pemasaran. Ketersediaan teknik pemasaran, riset & pengembangan pasar, peta demand, kesesuaian dengan produksi dan kapasitas daya dukung, waktu pendistribusian.
Tahap5

TAHAP KONSERVASI

Upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Dimensi dari tahap konservasi ada delapan yaitu:

  1. Sumber daya manusia (SDM). Ketersediaan SDM pada tahap konservasi misalnya kolektor, kurator.
  2. Pengetahuan konservasi. Pemahaman/pengetahuan tentang sejarah, proses pembuatan, kepemilikan, harga, nilai, kuantitas, risiko kelangkaan, kekayaan intelektual. substansi/materi, bahan pengawet/perawatan.
  3. Keberlanjutan kreasi, utilitas. Ketersediaan mekanisme yang menjamin keberlanjutan misalnya pameran, diskusi, simulasi, online dan offline, kolaborasi, dilombakan, simulasi produksi turunan
  4. Teknologi dan pengelolaan. Ketersediaan teknologi, mesin yang mendukung tahap konservasi. Ketersediaan pengelolaan konservasi, kualitas produk, pengemasan, penyimpanan.
  5. Infrastruktur dan sarana. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung tahap konsumsi misalnya jalan raya, jaringan listrik, internet, frekuensi radio/televisi, jaringan telepon. Ketersediaan sarana untuk mendukung tahap konsumsi seperti alat transportasi, aneka retail, bioskop, gedung pertunjukan, galery, studio, teater.
  6. Infrastruktur dan sarana. Ketersediaan infrastruktur yang mendukung tahap konservasi misalnya jalan raya, jembatan, listrik, jaringan telepon, jaringan internet. Ketersediaan sarana dan media untuk mendukung tahap konservasi misalnya perpustakaan, museum, koleksi pribadi, galeri, cloud, gedung, alat penyimpanan, alat pamer, penjelasan, petugas informasi, simulasi.
  7. Pembiayaan. Ketersediaan lembaga keuangan yang mendukung tahap konservasi seperti perbankan, non perbankan
  8. Jejaring (Network). Ketersediaan jejaring komunitas untuk mendukung tahap konsumsi di tingkat lokal, nasional, internasional.
  9. Diseminasi sebagai cikal bakal (seed) inovasi. Ketersediaan tempat/kegiatan yang menginspirasi munculnya inovasi ekraf selanjutnya. Misalnya pameran, diskusi, simulasi, online dan offline, kolaborasi, komunitas, dilombakan, simulasi produksi turunan.