Bekraf bersama Wali Kota Malang Meluncurkan Pedoman Kebutuhan Penguasaan Teknik Berbasis Industri Aplikasi dan Pengembang Permainan sebagai Acuan Kebutuhan Pengembangan SDM Kota Malang

Blog Single

Kota Malang, (31/08) - Berdasarkan Keputusan Kepala Bekraf nomor 84 tahun 2019 tanggal 19 Juni 2019 jo nomor 83 tahun 2019 tanggal 18 juni 2019 tentang Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia Tahun 2019, telah ditetapkan 10 (sepuluh) Kab/Kota yaitu Kota Malang, Kabupaten Majalengka, Kota Palembang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun Kota Malang ditetapkan sebagai Kota Kreatif dengan subsektor Aplikasi dan Gim di Pulau Jawa yang berpotensi menjadikan ekonomi kreatif sebagai pendorong utama peningkatan ekonomi kota.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, Bekraf bersama para aktor ekraf Kota Malang pada 29-31 Agustus 2019 melakukan penyusunan Pedoman Kebutuhan Penguasaan Teknik Berbasis Industri Aplikasi dan Pengembang Permainan sebagai Acuan Kebutuhan Pengembangan SDM subsektor aplikasi dan gim di Kota Malang dan pelaku ekraf aplikasi dan gim pada umumnya. Pedoman tersebut sangat dibutuhkan untuk merespon masalah utama pada subsektor Aplikasi dan Gim khususnya di Kota Malang yaitu kesenjangan antara kompetensi lulusan dari perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri. Kegiatan ini dipandu oleh Adrianus Yoza Aprilio dari Dicoding Academy sebagai narasumber utama, Restya Winda Astari dari Agate Academy, dan Syahrul Aminullah Kasubdit Pengembangan Sistem Mutu Dit. Penjaminan Mutu Kemristekdikti RI.

Peluncuran pedoman dilakukan oleh Wali Kota Malang Drs. Sutiaji pada hari ini Sabtu 31 Agustus 2019 di Kota Malang, dengan arahan “Kota Malang sebagai pusat produksi berbasis teknologi digital yang humanis, futuristik dan berkelas dunia”.

Amar Alpabet selaku perwakilan tim penyusun pedoman menyatakan, “Fokus pengembangan subsektor aplikasi dan gim Kota Malang adalah Center for Digital Industry Development. Pada fase pertama hingga akhir tahun 2019, kita mengangkat ‘Malang Bersinergi’, lalu fase kedua hingga 2021 ‘Malang Berdaya’, fase ketiga hingga 2023 ‘Malang Mendunia’, ini semua akan kita aktivasi melalui laman malang.digital”.

Lebih lanjut, Selliane Halia Ishak selaku Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf menyatakan bahwa fasilitasi/pendampingan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Kota Kreatif Malang yang diharapkan menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian Kota Malang.

FACT SHEET

Dokumen pedoman dapat diunduh pada laman malang.digital


TIM PENYUSUN & PESERTA KEGIATAN

Tim KaTa Kreatif & PMK3I BEKRAF

1.        Lolly Amalia

2.        Anton Novenanto

3.        Adib Toriq

4.        Fariz Rizky Wijaya


Tim KaTa Kreatif Malang

1.        Amar Alpabet (Profile Image Studio)

2.        Anton Novenanto  (Universitas Brawijaya)

3.        Ardiansyah Rahmat Akbar (Komite Ekonomi Kreatif)

4.        M. Ziaelfikar Albaba (STASION - Startup Singo Edan Malang)

5.        Vicky Arief (Malang Creative Fusion)

6.        Wilstar Sinaga (BARENLITBANG Kota Malang)


Akademisi

1.        Ali Sofyan Kholimi (Universitas Muhamamdiyah Malang)

2.        Bagus Kristomoyo (STIKI Malang)

3.        Cahyo Crysdian  (UIN Maliki Malang)

4.        Dr. Ir. Mokhamad Amin Hariyadi, M.T.  (UIN Maliki Malang)

5.        Eka Yuniar (STMIK PPKIA Pradnya Paramita - STIMATA)

6.        Fairuz Iqbal Maulana  (BINUS Malang)

7.        Farid Angga Pribadi (Politeknik Negeri Malang)

8.        Herman Tolle (UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

9.        Linda Suvi Rahmawati (STMIK PPKIA Pradnya Paramita - STIMATA)

10.     M Arif H (Politeknik Negeri Malang)

11.     Rudy Ariyanto, ST., M.Cs. (Politeknik Negeri Malang)

12.     Saiful Yahya (STIKI Malang)

13.     Samsul Arifin (STMIK PPKIA Pradnya Paramita - STIMATA)


Komunitas

1.        Adi Nugroho (Kelas Mobile Malang)

2.        Amri Rizqi Jabbar (Game Developer Malang)

3.        Febri Abdullah (Game Developer Malang)

4.        Syaifudin Mashuri (Komunitas Kelas Mobile Malang)

 

Pelaku Industri

1.        Anggrean Renozonarca (Profile Image Studio)

2.        Ardi Imawan (DOT Indonesia)

3.        Deni prasetyo (Roleplay studio)

4.        Didats Triadi (Rimbunesia)

5.        Ilham Hasymi Effendi (Clay Game Studio)

6.        Mohammad Rizka (Simpleton)

7.        Putri Juwita S. D (PT Beon Intermedia)

8.        Yuri Citra Pratama (INDUX)

9.        Febri Abdullah (Simpleton)

Share this Post: