Bengkulu menjadi Kota Ketiga di Tahun 2019 yang Menjadi Bagian dari Sistem Ekonomi Kreatif Nasional

Blog Single

Bengkulu, (28/03/2019) – Setelah Tanah Datar dan Banjarbaru, kini Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I)diselenggarakan di Kota Bengkulu. Penandatanganan Berita Acara hasil Uji Petik PMK3I ini dihadiri oleh Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, serta quadruple-helix ekraf Kota Bengkulu.

Uji Petik PMK3I telah dilaksanakan sejak Sejak tanggal 26 Maret 2019 hingga  28 Maret 2019, Kedeputian Infrastruktur Bekraf telah menurunkan Tim PMK3I dan Tim Asesor untuk melakukan self assessment guna menentukan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) apa yang akan menjadi potensi unggulan di Tanah Datar setelah sebelumnya didapat 3 subsektor ekraf di Bengkulu yang menjadi pertimbangan, yaitu KriyaKuliner, dan Fesyen

Uji Petik PMK3I merupakan proses in depth interview dan bottom up scale tim asesor bersama dengan ke empat aktor ekraf (quadruple-helix) yaitu Pemerintah Daerah, Komunitas Kreatif, Akademisi, dan Pebisnis dari daerah tersebut guna menghitung nilai ekonomi yang dihasilkan oleh setiap subsektor ekraf. Selain itu membandingkan daya ungkit serta multiplayer effect baik secara backward maupun forward linkages. Hasil dari uji petik PMK3I ini adalah penetapan satu subsektor ekraf unggulan dari daerah tersebut yang kemudian akan dijadikan  acuan pengembangan ekonomi kreatif untuk pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif.

Dari uji petik ini, didapatlah hasil sebagai berikut:

  • Subsektor Kuliner di Bengkulu terdapat upaya pengembangan usaha berbasis zero waste industry dalam pengelolaan bisnis kuliner terutama kopi. Penguatan branding produk kuliner sudah dimulai meskipun masih sederhana dan metode pemasaran online dan keagenan sudah dirintis. Bahan baku kopi disokong dari budidaya kopi dari jejaring supply dari berbagai kabupaten  di Provinsi Bengkulu.  Tidak adanya komunitas yang kuat di subsektor minuman jeruk kalamansi sehingga kualitas dan rasa antar satu produk berbeda;
  • Subsektor Kriya di Bengkulu belum terdapat komunitas kriya yang aktif berakibat aktor-aktor kriya berjalan sendiri-sendiri. Komunitas ini sangat diperlukan salah satunya untuk mengadakan kegiatan bersama seperti pameran, event, seminar yang tentunya saja membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, pebisnis dan media sebagai alat disiminasi ke luar. Hak Kekayaan Intelektual masih belum diperhatikan. Hal ini penting untuk didaftarkan motif-motif unggulan baik di kriya batik, latung dan kriya lainnya. Apresiasi dari pemerintah dan masyarakat Kota Bengkulu yang masih kurang dalam memakai dan membeli produk-produk kriyanya sendiri. Kemasan produk kriya yang masih kurang terutama di kriya dari bahan bekas dan kulit lantung. Sementara untuk kain batik masih menggunakan pewarna kimia;
  • Subsektor Fesyen di Bengkulu merupakan produk turunan dari produk kriya batik besurek. Produk batik besurek dirasa kurang mencukupi. Hal ini dikarenakan pembatik dari golongan muda dan ibu-ibu sudah banyak yang tidak berminat  bekerja membatik. Hal ini berimbas pada keterbatasan bahan baku lokal untuk industri fesyen. Belum adanya adanya penguatan branding  dan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual untuk setiap karya fesyen yang ditampilkan.

Bahwa dengan demikian kondisi dan potensi ekosistem ekonomi kreatif Bengkulu pada tahun 2019 menunjukkan kekuatan terbesar pada subsektor Kuliner khususnya produk jeruk kalamansi, kopi dan makanan olahan lokal, maka hasil uji petik PMK3I pun menentukan bahwa Subsektor Kuliner dipilih sebagai subsektor unggulan dari Kota Bengkulu yang kemudian diajukan menjadi bagian dari sistem Ekonomi Kreatif Nasional.

* * * * * * *

Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) merupakan salah satu program unggulan dari Deputi Infrastruktur Bekraf yang bertujuan untuk membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” guna memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Info lebih lanjut mengenai program ini, bisa dilihat pada tautan www.kotakreatif.id. (Zulf)

Share this Post: