Kota Gunungsitoli Menjadi Kab/Kota ke-57 yang Terdaftar Kedalam Sistem Ekonomi Kreatif Nasional Program PMK3I

Blog Single

Gunungsitoli, (28/08/2019) – Bekraf melalui Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik telah melaksanakan kegiatan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Kota Gunungsitoli sejak tanggal 25 hingga 27 Agustus 2019. Dari hasil analisa borang yang dilakukan sebelumnya, didapatkan 3 subsektor ekraf yang dipertimbangkan, yaitu kriya, fotografi, serta Film dan Video serta satu subsektor yang direkomendasikan oleh Pemerintah Daerah yaitu kuliner.

Tim PMK3I dan Tim Asesor yang diterjunkan oleh Kedeputian Infrastruktur Bekraf telah malakukan proses in depth interview dan bottom up scale yang melibatkan empat aktor kreatif yang terdiri Akademisi, Pebisnis, Komunitas Kreatif, dan Pemerintah Daerah. Dari kegiatan Uji Petik ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  • Subsektor Film dan Video, Kriya, Kuliner dan Fotografi memiliki keterkaitan yang saling mendukung satu sama lainnya;
  • Sinergitas antara keempat subsektor tersebut belum optimal sehingga percepatan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Gunungsitoli relatif lambat;
  • Komunitas di Subsektor Kriya lebih banyak memiliki kegiatan karena kriya telah melekat sebagai identitas budaya Nias dan Gunungsitoli adalah bagian dari budaya tersebut;
  • Subsektor Film dan Video dan Fotografi adalah subsektor yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir;
  • Subsektor Kuliner saat ini cenderung bersifat sebagai usaha perseorangan yang mengolah bahan baku dari hasil kekayaan alam lokal.

Kondisi dan potensi ekosistem ekonomi kreatif Kota Gunungsitoli pada tahun 2019 menunjukkan kekuatan terbesar pada subsektor Kriya khususnya kriya ukir kayu dan anyaman untuk diajukan menjadi bagian dari Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Dengan demikian Subsektor Kriya dipilih sebagai subsektor unggulan dari Kota Gunungsitoli. Adapun subsektor Film dan Video, Kuliner, serta Fotografi menjadi subsektor potensial. Pengembangan ekonomi kreatif kota Gunungsitoli perlu melibatkan komunitas dan pelaku di keempat subsektor tersebut.

Selanjutnya, kesepakatan terkait subsektor unggulan tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara Hasil Uji Petik PMK3I yang ditandatangani oleh quadruple-helix Kota Gunungsitoli serta Asesor Kota Kreatif, Tim PMK3I dan Deputi Infrastruktur Bekraf, yang antara lain:

  • Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari;
  • Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Agustinus Zega;
  • Kadis Perdagangan Kota Gunungsitoli, Yurisman Telaumbanua;
  • Ria Zebua dan Widya Christina Mendrova sebagai perwakilan dari Subsektor Kriya;
  • Djunianto sebagai perwakilan dari Subsektor Kuliner;
  • Restinanti Waruwu sebagai perwakilan dari Subsektor Film dan Video;
  • Yudinara Waoma sebaai perwakilan dari Aktor Bisnis;
  • Luhur Faja Martha dan Anton Novenanto sebagai perwakilan dari Tim PMK3I;
  • Ari Anggara dan Azfa Mutiara Ahmad Pabulo sebagai perwakilan dari Tim Asesor.

Dengan demikian Gunungsitoli telah menjadi Kabupaten/Kota ke 58 yang diuji petik oleh Tim PMK3I. Kegiatan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) bertujuan untuk mengetahui potensi subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten/Kota yang dapat menjadi unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota dan sekaligus menemukenali hambatan yang harus diatasi agar subsektor ekraf unggulan tersebut dapat berkembang dan dapat berkolaborasi dengan subsektor potensial lainnya untuk menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif. Info lebih lanjut bisa dilihat pada tautan www.kotakreatif.id.

Share this Post: