Setelah Banjarbaru, Kini Giliran Tanah Datar yang Telah Menentukan Subsektor Ekraf Unggulannya

Blog Single

Tanah Datar, (22/03/2019) – Setelah Banjarbaru (15/03) kini program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) telah diselenggarakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Penandatanganan Berita Acara hasil Uji Petik PMK3I ini dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, Wakil Bupati, Zuldafri Darma, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forko Pimda) serta para aktor ekraf di Kabupaten Tanah Datar dan dari Bekraf sendiri, diwakilkan oleh Ahmad Rekotomo selaku Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan.


Sejak tanggal 19 Maret hingga 22 Maret 2019, Kedeputian Infrastruktur Bekraf telah menurunkan Tim PMK3I dan Tim Asesor untuk melakukan self assessment guna menentukan subsektor ekonomi kreatif (ekraf) apa yang akan menjadi potensi unggulan di Tanah Datar setelah sebelumnya didapat 4 subsektor ekraf di Tanah Datar yang menjadi pertimbangan, yaitu kriya, seni pertunjukan, kuliner, dan fesyen.

Bekraf mengampu 16 Subsektor Ekraf, antara lain: aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan tangan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni? rupa, televisi dan radio.

Uji Petik PMK3I merupakan proses in depth interview dan bottom up scale tim asesor bersama dengan ke empat aktor ekraf (quadruple-helix) yaitu Pemerintah Daerah, Komunitas Kreatif, Akademisi, dan Pebisnis dari daerah tersebut guna menghitung nilai ekonomi yang dihasilkan oleh setiap subsektor ekraf. Selain itu membandingkan daya ungkit serta multiplayer effect baik secara backward maupun forward linkages. Hasil dari uji petik PMK3I ini adalah penetapan satu subsektor ekraf unggulan dari daerah tersebut yang kemudian akan dijadikan  acuan pengembangan ekonomi kreatif untuk pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif.

Dari uji petik Tanah Datar ini, didapatlah hasil sebagai berikut:

  • Subsektor Kuliner di Tanah Datar tumbuh merujuk pada kebudayaan kuliner lokal yang didukung oleh bahan baku setempat. tercatat dilakukan oleh 500 lebih UKM. Walaupun pertemuan dengan empat pelaku menunjukkan besarnya nilai uang beredar, tetapi kelompok pelaku subsektor ini belum dapat dikategorikan berdasarkan besaran kekuatan maupun jangkauan. Adapun yang menjadi sorotan, antara lain: aneka keripik sebagai kudapan, aneka rendang, kopi dan panganan manis;
  • Subsektor Kriya di Tanah Datar didapatlah tenun songket dan batik yang menjadi sorotan utama. Subsektor Kriya ini saat dilakukan uji petik 86 kelompok usaha dimana 5 pelaku menunjukan nilai uang yang beredar belum terlalu siginifikan. Akan tetapi, subsektor ini merujuk dan mendasarkan diri pada pedoman dan rujukan tradisional sehingga subsektor ini berfungsi antara lain sebagai sarana konservasi dan pengembangan dari kriya dalam hal ini batik dan tenun;
  • Subsektor Fesyen di Tanah Datar tidak terindikasi dari uji petik ini karena sedikitnya pelaku yang dapat diverifikasi. Akan tetapi subsektor ini memiliki potensi yang luar biasa, mengingat kekayaan khasanah adat Minangkabau sehingga subsektor ini memiliki potensi besar untuk ekonomi kreatif di masa datang;
  • Subsektor Seni Pertunjukan di Tanah Datar dilaksanakan di 75 Nagari yang mencakup lebih dari 150 sanggar dan kelompok seni pertunjukan. Pada bulan Maret 2019, 52 sanggar diantaranya telah menyusun organisasi komunitas seni pertunjukan. Potensi terbesar adalah sanggar yang selanjutnya dikoordinasikan melalui Kumpulan komunitas seni pertunjukan yang sekaligus merangkul kelompok-kelompok yang berada di negara serta mewakili kekhususan budaya & unggulan masing-masing nagari.


Bahwa dengan demikian kondisi dan potensi ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2019 menunjukkan kekuatan terbesar pada subsektor seni pertunjukan, maka hasil uji petik PMK3I pun menentukan bahwa Subsektor Seni Pertunjukan dipilih sebagai subsektor unggulan dari Kabupaten Tanah Datar yang kemudian diajukan menjadi bagian dari sistem Ekonomi Kreatif Nasional.

* * * * * * *

Program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) merupakan salah satu program unggulan dari Deputi Infrastruktur Bekraf yang bertujuan untuk membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” guna memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Info lebih lanjut mengenai program ini, bisa dilihat pada tautan www.kotakreatif.id. (Zulf)

Share this Post: