Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia melalui Deputi Infrastruktur, membangun “Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia” untuk memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Hasil pemetaan ini akan menjadi acuan utama dalam mewujudkan "Sistem Ekonomi Kreatif Nasional" agar arah pembangunan ekonomi kreatif dapat terjaga untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam kerangka keberlanjutan ekonomi, lingkungan dan sosial.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan mengunduh buku panduan Sistem Ekonomi Kreatif Nasional di bawah ini.

Unduh Buku Panduan

Tentang Sistem Penilaian Mandiri Kabupaten dan Kota Kreatif Indonesia

Pemetaan potensi dan permasalahan ekonomi kreatif di tingkat pusat dan daerah menjadi prasyarat penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Bagi pemerintah daerah, hasil pemetaan potensi dan permasalahan ini dapat menjadi potret bagi dirinya sendiri untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif serta melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan melalui sektor ekonomi kreatif. Sementara bagi pemerintah pusat, hasil pemetaan ini dapat menjadi pedoman untuk menyusun kegiatan fasilitasi atau program yang diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif di daerah.
Semuanya berjalan secara simultan yang akan menjadi kerangka bagi pembangunan Sistem Ekonomi Kreatif Nasional. Selanjutnya juga sebagai gambaran besar penetapan koridor pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini akan menjadi rujukan bagi pemerintah, komunitas kreatif, akademisi serta dunia usaha dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia.

Manfaat Sistem Penilaian Mandiri Kabupaten dan Kota Kreatif Indonesia

    Tujuan dilakukannya Penilaian Mandiri kabupaten/kota kreatif ini adalah untuk:
  1. Melakukan pemetaan ekosistem, potensi, best practice dan permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/ kota sebagai bagian dari “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional”
  2. Sebagai acuan pengembangan ekonomi kreatif untuk kabupaten/ kota, serta bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif.
  3. Sebagai dasar kegiatan fasilitasi dan pengembangan ekonomi kreatif kabupaten/kota oleh quadruple-helix. 

Bagi pemerintah pusat, “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional” dapat menjadi pedoman dan justifikasi fasilitasi/ program kepada para pelaku/komunitas ekonomi kreatif untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia. Sedangkan bagi daerah, dapat menjadi indikator potensi dan permasalahan untuk pembangunan ekonomi kreatif di wilayahnya. Selain itu, Peta Ekonomi Kreatif Nasional dapat digunakan sebagai dasar fasilitasi dan/atau kolaborasi sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan.

Empat Elemen Kreatif

Indikator Penilaian Mandiri terdiri dari 4 elemen yang diperlukan kabupaten-kota untuk bergerak secara sistemik sebagai entitas kreatif baik berskala lokal, regional, nasional maupun global.

Enam Belas Subsektor

Klasifikasi subsektor industri kreatif berdasarkan Perpres 72 tahun 2015

Empat Aktor ABCG

Empat aktor dalam pengembangan kegiatan ekonomi kreatif suatu kota / kabupaten

Lima Proses

Lima tahapan pengembangan kegiatan ekonomi kreatif

Dua Keterkaitan

Elemen di mana subsektor bisa mengaplikasikan di sektor konvensional

BERITA

Standard Post with Image

“Cita Rasa Kuliner Palembang yang Mendunia”: Sebuah Langkah Awal Mewujudkan Ekosistem Kuliner yang Berkelanjutan

Kota Palembang, (3/09) - Bekraf bersama para aktor ekonomi kreatif Kota Palembang pada 1-3 September 2019 melakukan Workshop Strategi Penguatan Ekosistem Kuliner Kota Palembang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala ...

Read More
Standard Post with Image

Kutai Kartanegara, The Magical Borneo: Aktor Pentahelix Kukar Sepakati City Branding dan Strategi untuk Kuatkan Ekonomi Kreatif

Kutai Kartanegara, (12/09) – Kabupaten Kutai Kartanegara telah ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif di Luar Pulau Jawa, yang berpotensi menjadikan ekonomi kreatif sebagai pendorong utama peningkatan ekonomi kabupaten, bersama dengan 9 kabupaten/kota lainnya ...

Read More
Standard Post with Image

Kota Gunungsitoli Menjadi Kab/Kota ke-57 yang Terdaftar Kedalam Sistem Ekonomi Kreatif Nasional Program PMK3I

Gunungsitoli, (28/08/2019) – Bekraf melalui Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Fisik telah melaksanakan kegiatan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia di Kota Gunungsitoli sejak tanggal 25 hingga 27 Agustus 2019. Dari hasil analisa borang yang ...

Read More

Daftarkan Diri Anda

Jika Anda adalah akademisi, pelaku bisnis atau bagian dari pengurus komunitas kreatif, Anda dapat berpartisipasi dalam sistem Penilaian Mandiri kabupaten dan kota kreatif Indonesia. Klik tombol daftar di bawah untuk mendaftarkan diri Anda.

Komunitas

Silakan mendaftar melalui tautan ini jika Anda adalah komunitas kreatif kabupaten/kota.

Akademisi

Silakan mendaftar melalui tautan ini jika Anda adalah akademisi yang ingin turut serta dalam program ini.

Bisnis

Silakan mendaftar melalui tautan ini jika Anda pelaku bisnis. Mari permudah konsumen menemukan bisnis Anda.